Book Appointment Now

Laminar Air Flow: Pengertian, Fungsi, Prinsip Kerja, Bagian, dan Cara Menggunakan Laminar Air Flow
Di laboratorium, di mana setiap percobaan harus dilakukan dalam kondisi steril, kehadiran satu butir debu saja bisa merusak hasil kerja yang telah dipersiapkan berbulan-bulan. Oleh karena itu, menjaga kesterilan udara di laboratorium sangatlah vital. Di sinilah Laminar Air Flow (LAF) berperan.
Dengan Laminar Air Flow, Anda bisa mengontrol arah aliran udara, sehingga kontaminan di udara dapat terfilter dengan optimal, dan eksperimen Anda tetap steril. Mari pelajari lebih dalam mengenai teknologi ini.
Apa Itu Laminar Air Flow (LAF)?

Ketika membicarakan Laminar Air Flow, ada dua hal yang perlu Anda mengerti: LAF sebagai suatu sistem, dan LAF sebagai alat esensial untuk eksperimen di laboratorium.
Dalam arti luas, Laminar Air Flow adalah suatu sistem yang menggerakkan udara secara kontinu. Udara ini bergerak secara paralel ke satu arah (laminar), dengan tekanan yang seragam di sepanjang jalur alirannya.
Namun, di Indonesia, istilah Laminar Air Flow sering digunakan untuk menyebut alat yang berfungsi menciptakan kondisi tersebut di dalam laboratorium.
Alat ini biasanya berupa area kerja yang didesain dengan sistem pengaturan udara paralel yang terkontrol. Beberapa contohnya adalah antara lain kabinet Laminar Air Flow, clean bench, biosafety cabinet (BSC), dan isolation chamber.
Intermezzo: Laminar Air Flow vs BioSafety Cabinet, Apa Bedanya?
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul saat membahas Laminar Air Flow adalah; “Apa perbedaan LAF dan BSC?”.
Pada dasarnya, keduanya sama-sama memanfaatkan sistem Laminar Air Flow, namun dengan tingkat proteksi yang berbeda.
LAF berfungsi untuk menjaga produk atau sampel tetap steril dengan cara menciptakan area kerja bebas kontaminan. Sebaliknya, BSC tidak hanya melindungi produk atau sampel, tetapi juga lingkungan sekitar serta penggunanya dari kontaminasi biologis.
Jadi, bisa dikatakan BSC menawarkan perlindungan yang lebih menyeluruh, karena sudah menggabungkan sistem LAF dengan fitur tambahan lainnya.
Fungsi Laminar Air Flow

Pada dasarnya, fungsi utama dari alat ini adalah untuk menjaga tingkat kesterilan produk atau sampel yang sedang ditangani. Dengan menciptakan area kerja yang steril, Laminar Air Flow memastikan bahwa eksperimen yang dilakukan tidak terganggu oleh kontaminasi.
Selain itu menurut igenels.com, alat ini juga berfungsi menyuplai udara bersih yang dapat bergerak tak terkontrol. Ini sangat mendukung proses-proses yang membutuhkan lingkungan steril, seperti kultur sel atau formulasi obat.
Prinsip Kerja Laminar Air Flow

Prinsip dasar dari kerja Laminar Air Flow dapat dijelaskan melalui dua proses utama: pergerakan udara laminar dan filtrasi udara. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang cara kerjanya:
Menghisap Udara
Menggunakan kipas exhaust, Laminar Air Flow mengisap udara dari area di luar alat menuju area kerja.
Menyaring Partikel dari Udara
Udara yang terhisap kemudian diarahkan menuju filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) atau ULPA (Ultra-Low Penetration Air). Proses ini bertujuan untuk menghilangkan partikel debu, mikroorganisme, dan kontaminan lainnya yang ada dalam udara.
Aliran Udara yang Searah
Setelah disaring, udara yang bebas dari kontaminan dialirkan secara satu arah, baik secara vertikal atau horizontal, dengan tingkat kecepatan yang seragam. Proses ini memastikan bahwa kontaminan yang mungkin ada dalam udara dapat terdorong keluar dari area kerja.
Area Kerja Steril
Hasil dari aliran udara yang terkontrol ini menciptakan area kerja yang steril, memungkinkan eksperimen atau pekerjaan yang sensitif terhadap partikel dilakukan dengan aman dan tanpa gangguan.
Bagian-Bagian Laminar Air Flow

Laminar Air Flow memiliki serangkaian komponen atau bagian-bagian yang bekerja sama untuk memberikan hasil yang optimal. Berikut detailnya:
Kotak Penutup
Kotak penutup, atau enclosure, merupakan box yang menaungi area kerja. Komponen ini menciptakan area luas yang berfungsi sebagai area steril. Umumnya, kotak penutup terbuat dari stainless steel dengan penutup kaca.
Area Kerja
Permukaan yang berfungsi sebagai meja datar tempat Anda melakukan percobaan dalam kondisi steril. Pada model Laminar Air Flow dengan tipe aliran udara vertikal, area kerja memiliki lubang-lubang kecil untuk mengalirkan udara.
Filter Pad
Terletak di bagian atas kabinet, filter pad merupakan tempat udara mengalir masuk ke dalam kabinet. Filter ini berfungsi menangkap mikroba dan partikel debu sebelum masuk ke area kerja.
Kipas atau Exhaust
Kipas memiliki ‘peran utama’ dalam seluruh proses sistem Laminar Air Flow. Komponen satu ini akan mengisap udara, kemudian mengalirkannya masuk ke filter HEPA, guna menghasilkan udara yang bersih.
Filter HEPA
Pada Laminar Air Flow, filter HEPA berlokasi di dekat kotak penutup. Pada jenis aliran udara horizontal, filter HEPA berada di bagian belakang kabinet, sedangkan pada model dengan aliran udara vertikal, filter ini diletakkan di bagian atas kotak penutup.
Lampu UV
Meskipun filter HEPA dapat menghasilkan udara yang sangat bersih, udara tersebut tidak sepenuhnya steril. Faktanya, beberapa mikron partikel tetap dapat lolos melalui filter, kemudian mengontaminasi udara. Lampu UV berperan memancarkan sinar UV untuk membantu membersihkan mikroba yang lolos ke area steril.
Sensor Tekanan Udara
Beberapa Laminar Air Flow juga dilengkapi dengan sensor tekanan udara. Sensor ini berfungsi untuk memantau kestabilan udara dan memberi peringatan jika ada gangguan dalam aliran tersebut.
Cara Menggunakan Laminar Air Flow

Ada beberapa langkah yang perlu Anda ikuti untuk menggunakan laminar air flow agar hasilnya efektif. Begini caranya:
Mempersiapkan Alat Laminar Air Flow
Pertama-tama, pastikan seluruh komponen Laminar Air Flow sudah terpasang dengan benar dan sudah dalam kondisi menyala. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa filter HEPA sudah terpasang dan lampu UV sudah menyala.
Membersihkan Tangan dan Peralatan
Untuk meningkatkan proteksi, ada baiknya Anda juga membersihkan tangan serta alat yang akan Anda gunakan menggunakan alkohol. Hal ini dapat menekan risiko kontaminasi pada area kerja akibat ketidaksengajaan penggunanya.
Menyesuaikan Aliran Udara
Kemudian, pastikan aliran udara sudah sesuai dengan keinginan Anda. Pastikan bahwa aliran udara sudah mengalir ke arah yang sesuai dengan tipe alat, baik horizontal ataupun vertikal.
Melakukan Eksperimen
Jika semua komponen sudah terpasang dengan benar dan sudah menyala, Anda bisa mulai melakukan eksperimen di ruang kerja.
Untuk memastikan tidak ada kontaminasi, sebaiknya tempatkan produk atau sampel yang sedang Anda kerjakan di bagian tengah area kerja agar terlindung secara optimal. Selain itu, pastikan penutupnya tidak terbuka terlalu lama.
Mematikan Alat
Setelah melakukan eksperimen, Anda bisa mematikan UV Lamp pada Laminar Air Flow. Kemudian, simpan produk atau sampel di area steril untuk mencegah kontaminasi.
Memiliki peralatan yang canggih dan handal adalah kunci bagi setiap laboratorium. Namun, kebutuhan setiap laboratorium sangatlah unik, dan masing-masing memiliki objektifnya sendiri. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan alat yang sudah disesuaikan dengan tujuan Anda.
Jasa Pembuatan Laminar Air Flow Terbaik
Kami dari Furniturelaboratorium.com sebagai jasa pembuatan laminar air flow siap mendampingi Anda dalam membuat laminar air flow dengan spesifikasi yang paling sesuai. Buat jadwal konsultasi gratis hari ini juga, dan temukan penawaran spesial, hanya untuk Anda!


